Gambaran Umum Kabupaten Kutai Kartanegara

Gambaran Umum dari Kabupaten Kutai Kartanegara    

     Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu dari   14 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Secara geografis Kabupaten Kutai Kartanegara terletak pada posisi antara 115º26’28” Bujur Timur sampai dengan 117º36’43” Bujur Barat, dan antara 1º28’21” Lintang Utara sampai dengan 1º08’06” Lintang Selatan.
     Kabupaten Kutai Kartanegara secara administratif mempunyai batas wilayah sebelah utara dengan Kabupaten Malinau, Kabu­paten Kutai Timur, dan Kota Bontang. Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makasar, Sebelah selatan berbatasan dengan Kabu­paten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat.

     Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara terdiri dari pantai, daratan, dan pegunungan. Wilayah pantai berada di bagian timur dan mempunyai ketinggian 0–7 meter dari permukaan laut (dpl). Luas wilayah pan­tai ini 202.281 Ha atau 7,42% dari luas wilayah kabupaten, dan memiliki potensi untuk dikembangkan budidaya perikanan.Wilayah dengan ketinggian 7–25 meter dari permukaan laut (dpl) mempunyai luas 837.947 Ha atau 30,73% dari luas wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayah ini merupakan tanah datar sampai landai, kadang tergenang, kandungan air tanah cukup baik, dapat dialiri dan tidak erosi sehingga cocok untuk pertanian lahan basah. Sedangkan wilayah daratan dengan ketinggian lebih dari 25–100 meter dari permukaan laut (dpl) dan mempunyai areal sekitar 682.027 Ha atau 25,02%. Wilayah dengan ketinggian lebih dari 100 meter dari permukaan laut (dpl) memiliki luas 1.004.055 Ha atau 36,83% yang ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung dengan pengembangan terbatas.

     Gunung yang paling tinggi adalah Gunung Lengkup dengan ketinggian 485 meter yang terletak di Kecamatan Loa Kulu. Danau yang terdapat di wilayah ini berjumlah 26 buah, yang paling luas yaitu Danau Semayang dengan luas ±13.000 hektar. Terdapat sekitar 30 sungai yang tersebar di hampir semua kecamatan dan merupakan sarana angkutan utama bagi masyarakat. Sungai yang terpanjang adalah Sungai Mahakam dengan panjang sekitar 920 kilometer.

     Iklim wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sangat dipengaruhi oleh iklim tropis basah yang bercirikan curah hujan cukup tinggi dengan penyebaran merata sepanjang tahun, sehingga tidak terdapat pergantian musim yang jelas. Iklim di Kabupaten Kutai Kar­tanegara juga dipengaruhi oleh letak geografisnya, yakni iklim hutan tropika humida dengan suhu udara rata–rata 260C, dimana per­bedaan antara suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 50-70C. Jumlah curah hujan di wilayah ini berkisar 2.000 – 4.000 mm/tahun dengan jumlah hujan rata-rata 130 – 150 hari/tahun.

     Jumlah penduduk Kutai Kartanegara pada tahun 2010 sebesar 626.286 Jiwa dan meningkat menjadi 757.564 jiwa pada tahun 2011. Dengan luas wilayah sebesar 27.263,10 km², kepadatan penduduk di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2011 adalah 27,79 orang per km². Sebagian besar penduduk Kutai Kartanegara berada di Kecamatan Tenggarong yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok, yaitu :

  1. Kutai Biru atau Kutai Keraton, yaitu warga masyarakat yang berasal dari kalangan keraton atau bangsawan.
  2. Kutai Pantai atau Kutai Pesisir, yaitu warga masyarakat yang terdiri atas bermacam etnik di Indonesia yang kemudian berasimilasi atau berbaur dengan   penduduk asli antara lain Jawa, Sunda, Bugis, Makasar, Bali, dan termasuk etnis yang berasal dari Pulau Sumatra.
  3. Kutai Pantai atau Kutai Pesisir, yaitu warga masyarakat yang terdiri atas bermacam etnik di Indonesia yang kemudian berasimilasi atau berbaur dengan penduduk asli antara lain Jawa, Sunda, Bugis, Makasar, Bali, dan termasuk etnis yang berasal dari Pulau Sumatra.
  4. Kutai Ulu atau Kutai Pedalaman, yaitu warga masyarakat yang terdiri atas 18 sub etnik, yang mendiami hampir seluruh wilayah pedalaman Kutai, dan masing – masing memiliki bahasa sendiri dan tradisi yang saling berbeda, antara lain Suku Dayak Tunjung, Benuaq, Kenyah, Punan, Modang, dan Basap.