Sarasehan Heritage, Pelestarian Cagar Budaya Peninggalan Kraton Untuk Masyarakat

Jumat, 25 Nopember 2016

Pada hari Kamis (24/11/2016) pagi bertempat Ballroom Mulawarman Grand Elty Singgasana Tenggarong, Tim Travel Heritage dari Dinas Kebudayaan DIY menggelar Sarasehan Heritage yang mengusung tema Pelestarian Cagar  Budaya Peninggalan Kraton untuk Masyarakat
Tujuannya diselenggarakan Sarasehan Haritage ini untuk melestarikan cagar budaya, mempererat hubungan DIY dengan Kutai Kartanegara khususnya kesamaan yakni Keraton sebagai cagar budayanya hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi
Selain itu, lanjutnya, sebagai Kerajaan Hindu tertua di Indonesia, dengan segala perkembangan dan perubahan zaman, keberadaannya masih tetap lestari hingga sekarang."Di sini kami akan sharing tentang pelestarian Keraton. Tidak hanya bentuk fisik Keraton, namun juga nilai pentingnya juga terjaga. Bahwa kedatangan Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY ke Provinsi Kalimatan Timur juga membawa misi, yakni Jogja untuk Indonesia
Semantara itu menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar Dra Sri Wahyuni MPP mengatakan “Memang DIY dan Kutai Kartanegara sama-sama memiliki warisan budaya berupa Kraton. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut penjajakan kerjasama bidang budaya antara DIY dan Tenggarong, Tradisi kraton Kutai Kartanegara juga terus diupayakan untuk tumbuh berkembang di masyarakat sehingga nilai luhurnya bisa diaplikasi, misalnya dalam tradisi makan bersama duduk bersila (Beseprah) hingga kewajiban memakai pakaian Miskat saat hari Kamis melalui keluarnya peraturan bupati."Harapannya sebagai penanda dan pembeda sebagai identitas pembentuk karakter masyarakat,". 
Dalam sarasehan tersebut, selain Dian Lakshmi Pratiwi mewakili Dinas Kebudayaan DIY, hadir juga Sekretaris Kedaton Kutai Kartanegara yakni Dr HAPM Haryanto Bachroel MM, serta Sekretaris Kewedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Narasumber dari Sekretaris Kedaton Kutai Kartanegara Dr HAPM Haryanto Bachroel menegaskan kraton sebagai benteng terakhir pertahanan kebudayaan. Ada banyak kesamaan antara DIY dan Kutai Kartanegara yang ke depan bisa dikerjasamakan. "Memang saat ini Sultan sudah menyerahkan kedaulatan pada Republik Indonesia. Tapi sejarah tidak bisa menghapus bahwa Kutai memiliki raja dan pemerintahan pertama di Nusantara saat masih kerajaan Hindu,".


Namun dalam perjalanannya banyak situs sejarah di Tenggarong yang rusak saat masa kolonial hingga awal perjuangan kemerdekaan. Namun begitu pemerintah daerah didukung keluarga kraton terus berupaya mempertahankan warisan budaya tersebut.
Sedangkan dari Sekretaris Kawedanan Hageng Panitrapura Kraton Yogyakarta Drs KRT H Gondohadiningrat menjelaskan perihal pengelolaan Kraton Yogyakarta dalam segala aspek dan bidang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY mengunjungi beberapa tempat di Provinsi Kalimantan Timur. Mulai dari Samarinda, Tenggarong, dan juga Balikpapan. Selain mengelar audiensi dan juga sarasehan, Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY juga berkunjung ke berbagai situs cagar budaya. Seperti Kedaton Kutai Kartanegara dan Museum Mulawarman Tenggarong.

Simpan sebagai :

Berita terkait :